Berita Hawzah – Organisasi Amal Al-Mubarrat menggelar acara khusus untuk lebih dari 400 gadis remaja yang telah mencapai usia baligh di sekolah-sekolah mereka di Beirut. Acara ini berlangsung di Aula Zahra, yang berada di Kompleks Imamain Hasaniain (as) di distrik Harik.
Kegiatan ini dihadiri dan dipandu oleh Hujjatul Islam Sayyid Ali Fadlullah, Imam Masjid Besar Beirut, Direktur Jenderal Al-Mubarrat Muhammad Baqir Fadlullah, sejumlah ulama, aktivis sosial dan budaya, kepala sekolah, serta keluarga para peserta.
Acara dimulai dengan pembacaan ayat-ayat Al-Qur’an dan lagu kebangsaan, kemudian para gadis yang telah mencapai usia baligh memasuki aula. Sekelompok siswa dari sekolah-sekolah Al-Mubarrat menampilkan nyanyian dan pertunjukan teater bertema tanggung jawab keagamaan.
Dalam sambutannya, Hujjatul Islam Fadlullah menyatakan bahwa pertemuan ini merupakan kebahagiaan besar baginya, terutama di bulan suci Rajab yang disebut sebagai bulan ketenangan, keamanan, dan keyakinan. Acara ini juga bersamaan dengan kelahiran Nabi Isa (as) dan kelahiran Fatimah Zahra (sa), putri mulia Nabi Muhammad (SAWW). Ia menekankan bahwa hari itu menjadi momen bagi para gadis untuk merayakan tanggung jawab yang Allah SWT amanahkan kepada mereka, tanggung jawab yang bahkan langit, bumi, dan gunung pun tidak mampu menanggungnya, namun para gadis ini menerimanya dengan kesadaran, pilihan, dan keyakinan.
Imam Masjid Besar Beirut itu menambahkan bahwa hijab tidak hanya sekadar penampilan, melainkan mencerminkan kepatuhan pada perintah Ilahi. Hijab menjadi pelindung akal dari pemikiran menyimpang, pelindung lidah dari ucapan yang menyakitkan, pelindung hati dari iri dan dengki, serta pelindung jiwa agar tetap berada di jalan Allah. Para gadis diharapkan dapat menunjukkan contoh terbaik kehidupan beriman melalui ilmu, amal, akhlak, dan kehadiran efektif di masyarakat, terutama dalam membangun tanah air, kemandirian, dan kebebasannya.
Fadlullah menekankan bahwa musuh mengancam seluruh lapisan masyarakat dan pengalaman pahit masa lalu menunjukkan bahwa ambisi musuh menargetkan tanah, kedaulatan, sumber daya, dan kesatuan bangsa. Oleh karena itu, tindakan harus didasarkan pada tanggung jawab nasional dan kepentingan umum, bukan kepentingan sempit kelompok tertentu, karena hanya dengan perhitungan nasional dan kepentingan bersama seluruh masyarakat dapat terjaga, kesatuan tanah air terpelihara, dan kedaulatannya dijaga sebagai tempat berlindung bagi semua.

Your Comment